Mengenal Istilah "Third Wave Coffee"

Harus diakui, budaya kopi semakin lama semakin keren. Kopi yang dulunya dianggap minuman murahan, sekarang tidak lagi murah harganya. Dulu orang cukup ngopi di warung, tapi sekarang orang lebih banyak yang memilih untuk ngopi di tempat-tempat yang lebih keren. Gengsi kopi pun jadi terangkat. Tapi, kapan sebenarnya hal ini mulai terjadi, dan apa penyebabnya?

 

 

Di akhir tahun 1960-an, Peet’s Coffee & Tea yang terletak di Berkeley, California diduga sebagai awal pembawa gelombang baru dalam industri kopi ini. Kemudian mulai dari tahun 1970-an di Seattle mulai banyak muncul espresso bar di sana-sini. Inikah yang disebut dengan Third Wave Coffee? Belum, ini baru awal. Ini baru gelombang kedua dari pembaharuan di dunia kopi. Sementara, gelombang pertama atau First Wave sudah terjadi sejak Abad 19 dan yang meniupkannya adalah orang-orang Italia yang sudah menjadi warga negara Amerika. Third Wave sendiri baru mulai dikenal pada tahun 2002 melalui sebuah artikel yang ditulis oleh Trish Rothgeb.

Lalu apa tujuan sebenarnya dari orang-orang ini ketika menaikkan gengsi dan harga kopi?

Gengsi secangkir kopi hari ini sudah nggak kalah dengan gengsi segelas wine. Lalu mengapa orang masih berpikir bahwa kopi harganya nggak boleh lebih mahal dari wine, padahal cara pengolahannya sejak masih berupa tanaman, sama-sama sulitnya. Kopi juga punya hak untuk didengarkan, seperti halnya wine. Ketika kita masuk ke sebuah toko yang menjual wine, kita tentunya akan memilih tahun pembuatannya, mereknya, jenis anggur yang digunakan untuk membuat wine tersebut, negara asal dari wine yang ingin kita beli. Kopi juga begitu. Negara asal, jenis biji kopi, kapan kopi itu dipanggang juga sangat penting dalam menentukan kualitas dan harga kopi itu sendiri.

Intinya, gerakan dan budaya Third Wave Coffee ini adalah dobrakan dari para pencinta kopi agar kopi mendapatkan posisi yang sama dengan wine dan juga makanan yang relatif mahal lainnya, karena kopi juga berhak untuk disejajarkan dengan makanan atau minuman mahal lainnya.

Sumber : kopikeliling.com

Last Updated on Sunday, 05 October 2014 02:22